
Total nilai saham AS dari triwulan 1 2009 hingga triwulan 3 2012 meningkat sebesar $12 triliun ke $26 triliun, Dr. Ed Yardeni mengatakan dalam blognya, mengutip perhitungan peribadi dan data Federal Reserve AS.
Pada grafik yang dirilis oleh ekonom dapat terlihat bahwa nilai keseluruhan dari saham mencapai lokal maksimal hampir $27 triliun ddi pertengahan kedua 2007 diikuti dengan krisis finansial dan turunnya harga. Kapitalisasi pasar dari indeks Wilshire 5000, salah satu dari indeks finansial terbesar, meningkat $9,2 triliun ke $16 triliun. Harga saham yang terdiri dari indeks S&P 500 naik ke $13,6 triliun.
Total nilai saham yang dimiliki oleh individu naik hingga $9,8 triliun dari $4,7 triliun selama periode yang sama.
Yardeni mengklarifikasi bahwa Bernanke dari US Fed dengan tegas menyatakan bahwa kebijakan moneter QE bertujuan mendorong harga saham, yang menghasilkan pengaruh kesejahteraan yang positif pada pengeluaran konsumen. Menurut Dr. Ed Yardeni, kuotasi saham dan real estate naik ditengah kekhawatiran bahwa Fed sedang "memompa udara pada asset bubbles."
Laporan sebelumnya dari berbagai sumber menyatakan bahwa babak ketiga dari pelonggaran kuantitatif "dapat menciptakan bubble dalam harga aset." Ketua bank sentral Hong Kong Norman Chan secara khusus mengatakan bahwa QE3 dapat meningkatkan resiko pasar aset yang berlebihan. Selain itu, analis menyebutkan bahwa penilaian yang berlebih dari perusahaan konstruksi saham dan kenaikan yang berlebih pada pasar perumahan AS.