
Kenaikan ruble yang stabil membuat Rusia cukup khawatir. Saat mata uang Rusia sedang menunjukan pertumbuhan yang stabil, pemerintah malah mencoba untuk membalikan keadaan. Aleksey Kudrin yang merupakan Kepala Pusat Pengembangan Strategis mengumumkan bahwa Kementrian Keaungan sedang berencana untuk membeli ruble secara bertahap, yang akan mengarah pada melemahnya mata uang Rusia.
Beberapa waktu lalu, Kementrian mengeluhkan mengenai ruble yang dianggap terlalu mahal dan mereka merasa perlu untuk menurunkan nilai ruble sebesar 10 persen. Menurut kementrian, akan ada kemungkinan untuk menyeimbangkan anggaran harga minyak sekitar 58 dolar AS per barel, sementara ruble Rusia paling tidak harus mencapai nilai $64.9. Selain tiu, Kementrian Keuangan percaya bahwa semua keuntungan tambahan yang diperoleh ditengah kenaikan harga minyak harus dialokasikan untuk sektor perekonomian. Para ahli menghubungkan pernyataan ini dengan fakta bahwa jika tidak melakukan keputusan tersebut maka mustahil merekonsiliasi keseimbangan.