
Otoritas Rusia masih menyuarakan pendapatnya mengenai pengurangan impor. Keju dan udang disebutkan berasal dari Belarusia, paket liburan lengkap di Anapa, dan tentu saja salinan jaringan SWIFT milik Rusia.
Dimulai dari sanksi yang dijatuhkan terhadap sejumlah pejabat dan badan usaha milik negara Rusia, semua orang membicarakan perlunya untuk meluncurkan sistem pembayaran yang unik. Sementara itu, sistem tersebut diperkirakan akan sebesar SWIFT, yang merupakan "jaringan pertukaran informasi yang terotorisasi diantara bank-bank. Sistem tersebut mencakup 10.000 perusahaan dari 209 negara, termasuk 600 dari Rusia." Dan kemudian, keajaiban yang lama dinantikan telah terwujud. Elvira Nabiullina, kepala bank sentral Rusia, menyatakan bahwa Rusia siap untuk memutuskan hubungan dengan SWIFT atau dengan pelarangan lainnya. "Kami telah menyelesaikan sistem pembayaran kami, dan apabila sesuatu yang tak diharapkan terjadi, seluruh operasional dalam format SWIFT akan bekerja, karena kami sudah memperkirakan kemungkinan itu," menurut Nabiullina. Sayangnya, masih belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai solusi pembayaran dari Rusia ini. Sistem tersebut memang ada dan itulah poin kuncinya. Informasi selanjutnya tidak diperlukan. Bahkan nama sistem tersebut tidak diumumkan. Bagi orang yang melihatnya, tampaknya Rusia telah "mengembangkan internet mereka sendiri" dan mereka dapat melakukan apapun yang mereka mau "dalam internet mereka".
Terdapat sejumlah penemuan serupa dalam sektor perbankan Rusia, yang tidak siap terkena sanksi. Patut diperhatikan bahwa ketika sanksi terhadap Rusia dijatuhkan, Visa dan MasterCard menghentikan penggunaan kartu yang diterbitkan oleh sejumlah bank asal Rusia. Maka, Mir, sistem pembayaran nasional Rusia diperkenalkan. Kita harus berharap bahwa suatu hari, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kemakmuran rakyat akan muncul.