
Saat ini Donald Trump merupakan salah satu orang yang dapat memengaruhi nilai dolar. Keputusan orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut, terutama mengenai kebijakan ekonomi, dapat berpengaruh kepada naik turun nilai dolar. Ini merupakan satu-satunya alasan yang dapat dipaparkan oleh para ahli karena mereka merasa tidak ada alasan lain yang dirasa dapat memengaruhi dolar.
Prediski mengenai masa depan perumbuhan perekonomian AS tahun ini juga cukup meyakinkan. Level pengangguran menurun ke level 4.4%, Selain itu The Fed telah menaikan nilai suku bung dua kali dalam enam bulan terakhir. Lagipula, gambaran konsisten ini sepertinya dirusak oleh keputusan Trump yang tergolong tidak tegas. Segala janji-janji ambisiusnya untuk mereformasi perekonomian AS pun sepertinya tidak akan terwujud. Saat masa kampanye presiden tahun lalu, Mr. Trump berjanji pada pendukungnya bahwa ia akan meningkatkan pengeluaran untuk sektor pembangunan, melaksanakan reformasi pajak, dan menurunkan defisit perdagangan. Namun hingga saat ini, setelah 100 hari menjabat sebagai Pesiden AS, dirinya masih belum berniat untuk memulai semua janji-janji manisnya tersebut. Natalia Orlova yang merupakan kepala departemen analisis makroekonomi di Alfa Bank menjelaskan bahwa upaya apapun yang dilakukan untuk mengontrol fefisit perdagangan di AS dapat berpengeruh terhadap pertumbuhan perekonomian dan investasi. Selain itu apabila inisiatif anggaran diterapkan, maka defisit akun yang ada saat ini akan semakin membesar, Orlova menambahkan.
Banyak analis forex yang mengharapkan dolar terus menurun. Saat ini mata uang AS tersebut sedang mengalami penurunan karena adanya kebijakan politk tak bijaksana dari Donald Trump.