
Salah satu lembaga pemeringkat terbesar di dunia, Moody's, telah menurunkan peringkat kredit Cina untuk pertama kali sejak 1989. Para ahli di Moodys memperkirakan hutang Cina akan meningkat dan perekonomian akan mengalami perlambatan. Lembaga tersebut menurunkan peringkat satu tingkat menjadi A1 dari yang sebelumnya Aa3. Moody's juga mengubah otlook Cina menjadi stabil dari yang sebelumnya negatif. "Prospek stabil mencerminkan penilaian kami bahwa pada tingkat peringkat A1 risikonya seimbang," Moody mnejelaskan. - "Pengikisan yang terjadi pada proful kredit Cina akan terjadi secara bertahap dan kami memperkirakan Akhirnya, terkandung seiring reformasi semakin dalam".
Saham perusahaan-perusahaan di Cina mengalami kejatuhan hingga mencapai level terendah selama 8 bulan setelah berita ini dirilis. Sementara itu, sebagian besar hutang Cina ada pada investor domestik dan itulah yang melindungi negara dari dampak negatif perubahan peringkat tersebut. Keadaan yang sedang berlangsung ini menandakan dengan jelas bahwa pemerintahan Cina harus memanfaatkan semua langkah ekonomi yang mungkin dilakukan untuk memastikan bahwa tingkat pertumbuhannya tidak lebih rendah dari 6,5 persen dari tahun ke tahun.
Sehingga, keputusan penurunan tingkat kredit Cina ini dapat dianggap sebagai tekanan psikologi bagi Beijing saat ini. Selain itu, saat ini S&P menilai tingkat suku bunga utang luar negeri dan mata uang lokal China di AA dengan outlook negatif, sementara Fitch memberikan nilai A+ karena outlook Cina yang stabil.