
Nilai euro turun lebih dari 15 kopecks menjadi 39,86 satu ruble di awal sesi trading pada 18 Maret. Berbeda halnya dengan nilai dolar, yang naik menjadi 30,9025 satu ruble. Pada pasar internasional pasangan mata uang tunggal turun secara tajam melawan dolar AS: Pada 18 Maret, euro melakukan trading dibawah 1,29 dolar, namun diakhir minggu yang lalu mata uang ini trading mendekati 1,31 dolar.
Penurunan euro dikarenakan keputusan pemerintah Siprus yang akan membiarkan pajak satu kali dalam deposito perbankan untuk mendapatkan bantuan finansial dari UE sejumlah 10 miliar euro. Pada mulanya diperkirakan bahwa pajak retribusi sebesar 6,75% akan dikenakan pada deposit kurang dari 100.000 euro dan 9,9% lebih dari itu.
Pada 17 Maret, media massa bisnis melaporkan, dengan mengutip sumber dari pemerintahan Siprus, bahwa administrasi membuat program yang harus menghapuskan beban depositor. Pengajuan yang baru ini dikatakan akan menghasilkan depositor yang lebih kecil hingga 100.000 euro dikenakan pajak sebesar 3%, sementara mereka yang memiliki lebih dari 100.000 euro dikenakan pajak sebesar 12,5%.
Pada 18 Maret, pemerintah akan memilih langkah yang tidak disukai ini. Diharapkan bahwa keputusan yang positif ini akan membantu meningkatkan anggaran sebesar 6 miliar euro. Para depositor asing juga terkena dampak peraturan baru ini, termasuk Rusia yang merupakan mayoritas.
Menurut RIA Novosti, wakil menteri perekonomian Rusia Andrei Klepach merasa bahwa kenaikan pajak akan sangat mempengaruhi arus pemasukan dan pengeluaran modal di Rusia. Perdana menteri menambahkan bahwa masalah Siprus merupakan masalah dari peningkatan resiko, namun bukan suatu pelarian modal.
Berita dari Siprus mendorong indeks saham turun. Oleh karena itu, pada 18 Maret, MICEX mengalami penurunan sebesar 2,33% menjadi 1.460 di awal sesi, RTS turun 3,12% menjadi 1.489 poin. Indikator saham kembali di periksa angka perolehannya pada pertengahan Desember 2012