
Beberapa bank Asia, khususnya yang berada di Jepang dan Cina, saat ini semakin menunjukkan eksistensinya di pasar obligasi korporasi Eropa dan Amerika. Hanya dalam setahun, saham pasar institusi keuangan Asia naik hampir dua kali lipat dan mencapai level tinggi sepanjang masa. Menurut Dealogic, nilai total transaksi yang dilakukan bank-bank Asia di 2012 mencapai 40 miliar dolar AS.
The Telegraph menilai hal ini sebagai sinyal bahwa institusi keuangan Asia semakin meraih momentum di kancah keuangan dunia.
Sementara itu, bank-bank investasi terbesar di Barat kehilangan pengaruhnya setelah menjual sebagian besar obligasi.
China Construction Bank dan China Development Bank saat ini memiliki keunggulan yang jauh. Dalam tiga tahun terakhir, kedua bank ini berhasil mendorong saham-saham pada pasar global lebih dari tiga kali.
Di antara bank-bank Jepang, Mizuho and Mitsubishi UFJ Financial Group berada pada baris terdepan.
Kekuatan bank-bank Asia tengah meningkat sebagai dampak dari rekan-rekan negara Eropa yang menjual obligasi mereka.