logo

FX.co ★ Syekh Kuwaiti Menuntut UBS

Syekh Kuwaiti Menuntut UBS

Syekh Kuwaiti Menuntut UBS

Berdasarkan Jurnal Wall Street, Meshal Jarah Al Sabah, seorang syekh Kuwaiti, mengajukan tuntutan terhadap UBS Swiss. Syekh menuduh bahwa pada tahun 2009 senior eksekutif di UBS menawarkan $20 juta untuk mendapatkan posisi penasehat untuk bank di salah satu akuisisi terbesar di Timur Tengah, namun kemudian bank mundur dari kesepakatan, berdasarkan pendapat syekh di pengadilan Dubai. Sheikh Meshal Al Sabah mengatakan dalam kesaksian sumpahnya bahwa UBS menawarkan komisi di tahun 2009 untuk menggagalkan tawaran oleh group media Prancis, Vivendi, untuk Aset Telekomunikasi Afrika Zain, yang merupakan perusahaan telepon mobile terbesar di Kuwait, dan UBS untuk mendapatkan peran utama mencari pembeli yang berbeda.
Syekh menuntut UBS tahun lalu di Pengadilan Finansial Internasional Dubai, mengklaim bahwa dia belum menerima bayarannya.
UBS menolak dugaan tersebut dan menyatakan dalam pernyataan bahwa “dengan penuh semangat membela klaim ini.” Persidangan dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juni 2013.
Tahun lalu UBS bertemu dengan Sheikh Meshal, namun menolak bahwa pertemuan itu membahas tentang penjualan Vivendi, menawarkannya pembayaran ataupun memintanya untuk mendapatkan peranan dalam penjualan aset afrika Zain, yang akhirnya dijual ke telecom India Bharti Airtel sebesar $10.7 milyar pada tahun 2010. UBS merupakan pimpinan penasehat.
Dalam pernyataannya, Syekh Meshal mengatakan bahwa Omar Al Salehi, wakil ketua investasi perbankan UBS di Timur Tengah, menawarkannya bayaran dalam pertemuan tersebut pada pertengahan-2009 saat membuat daftar bantuannya pada kesepakatan Zain. Zain tadinya baru akan menjual aset afrikanya pada Vivendi, berdasarkan pernyataan, dan mendapatkan petunjuk dari Bank BNP Paribas Prancis.
Sementara itu, setelah kesepakatan selesai dilaksanakan, UBS menjejerkan Bharti Airtel untuk membeli aset. Sebagai pimpinan penasehat Zain, UBS memberikan bayaran $22.5 juta, sesuai dengan pengajuan dalam kasus. Ketika Sheikh Meshal meminta bayarannya, UBS menolak keras berdasarkan pernyataannya tersebut.
Setelahnya UBS mengundang Syeik Meshal untuk melamar posisi di bank yang akan diberi bayaran $600,000 setahun, plus komisi 15% pada biaya yang diberikan, berdasarkan pernyataannya. Dia mengatakan pekerjaan tersebut tidak pernah terwujud. Tapi dia menganggap UBS mencari alternatif untuk pembayaran tunai

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading