
Bank Sentral di negara-negara berkembang melepaskan beberapa dari saham euro tahun lalu, The Financial Times mengatakan mengutip IMF. Badan regulator telah menjual 45 miliar euro, setelah mengurangi cadangan mata uang Eropa sebesar 8%.
Saat ini saham euro hanya menghasilkan 24% dari seluruh cadabfab begara-negara berkembang, yang merupakan level terebdah sejak 2002, baru-baru ini turun dari puncaknya di 31% sama seperti pada tahun 2009.
Krisis euro area yang terus berlanjut telah menurunkan keyakinan global pada euro. Selain itu, negara-negara BRICS meningkatkan kedudukan mata uang nasional mereka.
Dengan demikian, Cina dan Brazil menandatangani transaksi swap senilai $30 miliar minggu lalu. Dengan begitu, negara tersebut dapat saling meminjamkan mata uang mereka jika terjadi masalah finansial. Sementara itu, dolar AS mempertahankan posisi utama dalam cadangan global berjumlah lebih dari 60%.
Selain dari pasar berkembang, Kanada dan Australia juga memperkuat posisi mereka. Krisis Zona euro didorong oleh hutang tanpa batas yang tinggi pada beberapa negara, termasuk Italia dan Spanyol. Beberapa perekonomian harus mengajukan bailout dari UE dan IMF.
Mengenai Rusia, cadangan internasional negara tersebut terdiri dari dolar AS, euro, emas, sejumlah dolar Kanada dan Australia, franc Swiss, yen Jepang, dan pound Inggris. Satu tahun yang lalu, cadangan nilai tukar asing mata uang euro menghasilkan sekitar 40% dari keseluruhan saham dengan jumlah $500 miliar.