logo

FX.co ★ 5 dari 10 ekonomi dunia menolak dolar AS

5 dari 10 ekonomi dunia menolak dolar AS

5 dari 10 ekonomi dunia menolak dolar AS

Dolar AS dengan cepat kehilangan statusnya sebagai cadangan mata uang global. Lima dari sepuluh ekonomi yang utama di dunia dan beberapa negara menolak untuk menggunakan dolar sebagai mata uang perantara dalam perdagangan.
Tren ini menimbulkan resiko besar terhadap dolar dan Amerika Serikat. Australia, yang berada di urutan ke-12 pada ekonomi dunia, saat ini telah bergabung dalam daftar negara-negara yang telah setuju untuk tidak menggunakan dolar dalam perdagangan bilateral dengan Cina. Cina, yang berada di urutan ke-2 setelah AS, juga memiliki kesepakatan yang serupa dengan Jepang (yang berada di urutan ke-3), Brazil (urutan ke -6), India, (urutan ke-9), dan Rusia (urutan ke-10).
Meskipun perjanjian satu pihak antara Cina dan negara-negara yang disebutkan diatas berlangsung untuk beberapa periode waktu yang ditentukan, minggu lalu BRICS setuju untuk mendirikan bank-bank yang berkembang untuk bersaing dengan IMF, yang akan mengantarkan menuju era baru dari dunia setelah penggunaan dolar.
Selain itu, Brazil sangat setuju untuk menjatuhkan dolar dalam perdagangan bulateral dengan Cina pada beberapa waktu yang lalu, namun saat ini Brazil mengumumkan secara resmi dengan swap mata uang tahunan senilai $30 miliar yang akan memudahkan sekitar 50% dari seluruh perdagangan antara dua negara.
Sebagai tambahan atas perjanjian dengan Cina, beberapa dari negara-negara ini telah membuat perjanjian yang serupa antara satu sama lain. Di tahun 2011 India dan Jepang menetapkan swap senilai $15 miliar pada mata uang masing-masing untuk melaksanakan perdagangan bilateral. Sangsi terhadapi Iran tidak menghalagi mereka melakukan perdagangan minyak mentah dengan Cina, Rusia, dan India pada mata uang apapun, terkecuali dolar AS.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading