
Sementara kebanyakkan wilayah mengalami defisit dalam investasi dan pengembangan metode baru untuk menarik investor, Afrika tidak melakukan usaha apapun. Dua ekonomi terbesar dunai telah bersaing satu sama lain dalam volume investasi di benua Afrika. Seperti yang dikatakan dalam laporan finansial, Amerika sejauh ini kalah dengan Cina. Iklim yang mendukung, pertumbuhan ekonomi yang bertahan, sumber daya mineral yang hampir tak terbatas, legislasi lokal yang loyal untuk modal asing - selurunya membuat negara-negara Afrika menjadi lebih menarik bagi investor. Menurut mantan presiden AS Bill Clinton, layanan kesehatan hanyalah satu bidang, dimana AS mendemonstrasikan keunggulannya. Tanpa diragukan lagi, Washington berada di depan BEijing untuk hal tersebut. Para politisi memaksa melakukan investasi lebih dulu dalam peningkatan infrastruktur dan stimulasi pertumbuhan ekonomi. Penganalisa berpendapat bahwa ini adalah saat yang baik untk AS mencapai peluang dan bergerak sementara banyak negara dipaksa berusan dengan masalah ini. Clinton Foundation telah bekerja dengan efisien di Afrika. Perwakilan organisasi amal ini yakin Cina dan AS akan membangung kemitraan yang strategis dalam waktu dekat. Mungkin, kolaborasi Afrika akan menjadi pengujian untuk partisipasi lebih lanjut dalam program internasional yang lebih besar.