logo

FX.co ★ NZD Tertekan Oleh Larangan Impor Susu Selandia Baru Dari Cina dan Rusia

NZD Tertekan Oleh Larangan Impor Susu Selandia Baru Dari Cina dan Rusia

NZD Tertekan Oleh Larangan Impor Susu Selandia Baru Dari Cina dan Rusia

Beberapa negara telah melarang impor dari Fonterra setelah bakteri yang dapat menyebabkan botulisme ditemukan di beberapa produk olahan susu yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Berita ini mendorong dolar Selandia Baru jauh lebih rendah. Menurut Reuters, mata uang Selandia Baru turun 2 sen melawan dolar AS ke level terendah 1 tahun dan saat ini diperdagangkan di 0,77 dolar AS. Terhadap sekelompok mata uang (basket of currencies) NZD turun 1,1%.
Ekspor susu mencakup 1/4 bagian dari seluruh penjualan Selandia Baru di luar negeri. Oleh karena itu potensi krisis di kawasan ini dapat menyebabkan pendapatan mata uang yang lebih rendah dan melemahnya nilai mata uang nasional.
Kantor berita Agence France-Presse melaporkan bahwa Fonterra yang menjadi ciri Selandia Baru sebagai negara yang menyediakan makanan ekologis dan sehat telah meminta maaf karena bakteri yang ditemukan di susu. Namun, perusahaan tersebut menolak tuduhan bahwa masalah ini telah disembunyikan dan telat diumumkan.
Bakteri dalam bubuk susu dan produk-produk susu olahan Fonterra lainnya diumumkan pada 3 Agustus. Setelah adanya laporan, Perdana Menteri Selandia Baru John Key menyalahkan perusahaan tersebut karena telah menyembunyikan kesalahannya.
Banyak negara yang memasok produk-produk perusahaan tersebut memberikan reaksi negatif terhadap informasi ini. Khususnya pengamat konsumen Rusia Rospotrebnadzor yang menghentikan impor produk-produk Fonterra, sementara Rosselhoznadzor Lembaga Pengawasan Kesehatan Hewan dan Phytosanitary telah memulai tes tambahan pada susu dari Selandia Baru. Seperti yang sebelumnya dilaporkan, Cina yang merupakan pasar terbesar Fonterra juga menghentikan seluruh impor bubuk susu dari Selandia baru. Namun, larangan ini hanya terkait pada Fonterra.
Fonterra merupakan perusahaan terkemuka di Selandia Baru dengan modal saham dibagi antara ribuan petani lokal. Perusahaan ini memproduksi hingga 89% susu di Selandia Baru.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading