logo

FX.co ★ Tweet Perang 1973 Mendorong Harga Minyak

Tweet Perang 1973 Mendorong Harga Minyak

Tweet Perang 1973 Mendorong Harga Minyak

Kicauan membingungkan mengenai peringatan ke-40 perang Yom Kippur yang dipasang oleh Angkatan Pertahanan Israel menyebabkan lonjakan harga minyak di NYMEX, kantor berita France-Presse mengabarkan pada 10 Oktober.
Lonjakan ini dipicu oleh pesan yang disampaikan oleh Angkatan Pertahanan Israel di Twitter: " Angkatan Udara Israel menyerang beberapa bandara di Suriah untuk mencegah senjata-senjata Soviet mencapai Militer Suriah." AFP mengatakan kicauan tersebut ditandai oleh #YomKippur73, yang juga dikenal sebagai Perang Oktober 1973 atau Perang Ramadan.
Pesan ini disalahartikan dan segera disusul oleh kenaikan harga minyak dari $101,6 ke $103 per barrel.
Para pelaku pasar berasumsi bahwa kuotasi bergerak naik sebagian besar karena program komputer yang menganalisa berita berisikan kata "Suriah" dan "Israel" kemungkinan mulai membeli minyak secara otomatis.
Perang Yom Kippur pecah pada 6 Oktober 1973 ketika sekelompok negara-negara Arab yang dipimpin oleh Suriah dan Mesir menyerang Israel. Kedua negara tersebut bertekad mendapatkan kembali wilayah yang diambil ketika Perang Enam Hari di 1967.
Beberapa hari pertama perang merupakan kesuksesan untuk sekutu Arab. Namun, beberapa hari setelahnya, militer Israel menjadi proaktif dan meluncurkan serangan balasan. Perang tersebut berlangsung selama 18 hari, hingga Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 338 yang menyerukan gencatan senjata.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading