
Cina mengumumkan bahwa telah menandatangani perjanjian pertukaran dengan Bank Central Eropa, menurut CNBC. Ini merupakan perkanjian terbesar bagi Cina. Perjanjian ini membiarkan ECB untuk mengakses sampai 350 milyar yuan, sementara PBoC akan mampu mencapai sebanyak 45 milyar euro. Pertukaran mata uang ini adalah kesepakatan antara dua institusi (dalam hal ini adalah bank sentral) yang mengambil kewajiban untuk mejual ke agen mata uang lokal untuk harga tetap di saat apapun selama periode yang berlaku. Kesepakatan ini bukanlah yang pertama untuk bank sentral Cina. Sebelumnya di tahun ini, regulator setuju untuk menukar mata uang dengan Inggris, Brazil, dan beberapa negara lainnya. Oleh karena itu, kantor berita mengatakan, Cina mengambil satu lagi langkah untuk membuat mata uang dapat dikonversi.
Meskipun terdapat aksi ini, bank sentral Cina masih memegang kendali ketat mengenai nilai tukar yuan, bukan membiarkannya naik atau turun lebih dari 1%. Cina khawatir bahwa fluktuasi tajam nilai yuan dapat menurunkan stabilitas ekonomi. Masalah terbesar Beijing adalah revaluasi yang tidak diatur.
Selain itu, kendali ketat disebabkan oleh naiknya popularitas yuan di global. Walaupun yuan bukanlah mata uang yang dapat dikonversi, namun masih merupakan 10 dari unit moneter yang paling aktif diperdagangkan.