
Para regulator Bank Sentral Eropa mengumumkan komitmen mereka untuk memasuki perjanjian pertukaran bilateral dengan bank sentral Cina, People's Bank of China selama 3 tahun. Setelah mencapai kesepakatan bilateral, para pimpinan senior kedua intitusi keuangan yang memiliki pengaruh di dunia tersebut membuat pernyataan terkait rencana pertukaran mata uang (swap) baru-baru ini. Pada konferensi media, kedua belah pihak menyadari inilah waktu terbaik untuk membuat keputusan tersebut dan menyatakan bahwa kemitraan ini sangat penting dalam lingkungan ekonomi saat ini. Perjanjian ini dengan jelas menentukan batas atas jumlah swap senilai €45 miliar dan 350 miliar yuan. Para ahli keuangan menargetkan untuk mendorong kerja sama keuangan. Selain itu, perjanjian tersebut menandakan awal dari peralihan ke level baru hubungan komersil bilateral dan untuk memastikan perlindungan terpercaya pada pasar keuangan. Sementara itu, ini bukanlah perjanjian swap pertama People's Bank of China. Pekan lalu, perjanjian serupa disahkan dengan Indonesia dengan jumlah maksimal senilai $16,3 miliar. Bulan lalu, bank sentral Cina ini juga menandatangani pernjanjian pertukaran mata uang dengan Hungaria dan Albania. Selain itu, Cina juga telah memasuki tahap perjanjian yang sama dengan Inggris, Australia, Korea Selatan dan sekitar 24 negara lain termasuk Belarusia dan Ukraina.