
Presiden AS, Donald Trump, melanjutkan serangannya terhadap China karena ketegangan perdagangan semakin meningkat. Konflik perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut memengaruhi kedua negara secara finansial. AS lebih tahan terhadap pukulan ekonomi. Oleh karena itu, China perlu lebih berhati-hati dalam melakukan pembalasan.
Strategi China nampaknya sangat efisien karena beberapa sektor ekonomi AS mengalami kerugian akibat perang dagang. Banyak ahli menyatakan bahwa kebijakan perdagangan agresif Trump berdampak negatif pada petani Amerika. Sektor pertanian AS berkembang dengan baik. Petani lokal mengekspor produk mereka ke seluruh dunia, dan China adalah salah satu pembeli terbesar. Saat ini, produsen biji-bijian, jagung, dan kedelai mengalami kerugian karena China telah mengurangi pasokan produk pertanian Amerika secara signifikan. Keputusan tersebut merupakan tindakan balasan dalam perang dagang. Secara alamiah, saat ini para petani tengah menghadapi kesulitan, namun mereka cenderung menemukan pasar baru dengan cepat. Selain itu, pasar China berperan penting, namun bukan kunci bagi Amerika Serikat. Karena itu, China tengah memainkan permainan yang berbahaya.
Waktu akan menunjukkan apakah tindakan ini dapat dibenarkan. Beberapa ahli mengatakan bahwa Rusia, yang merupakan pengekspor biji-bijian terbesar di dunia, dapat menggantikan AS di pasar China.
Komentar: