
Tampaknya kisah tak berujung tentang utang publik AS yang terus meningkat tidak akan pernah berakhir. Congressional Budget Office (CBO) merilis laporan yang menunjukkan bahwa utang nasional negara akan dua kali lipat di tahun 2050. Saat ini, utang di Amerika Serikat hampir mencapai 100% dari PDB, untuk lebih tepatnya, 98%. Pada tahun mendatang, angka ini diperkirakan akan mencapai atau melebihi 100% dari produk domestik bruto AS. Menariknya, utang federal naik di 106% dari PDB di akhir Perang Dunia II pada 1946. Itu merupakan level tertinggi dari utang pemerintah dalam sejarah negara. Namun, Congressional Budget Office menunjukkan bahwa utang publik akan menetapkan rekor tinggi baru sepanjang waktu di 2022, naik menjadi 107%. Krisis ekonomi yang parah yang disebabkan oleh pandemi virus corona merupakan tanah yang subur bagi pertumbuhan utang publik yang berkelanjutan, sementara itu kebijakan moneter saat ini merupakan pupuk yang sangat baik yang hanya bisa meningkatkan prosesnya. Para ahli memperingatkan bahwa bahkan kemenangan total terkait virus corona tidak akan meningkatkan situasi dan kenaikan tajam dalam suku bunga yang hanya akan membuat investor cemas dan melemahkan perekonomian. Oleh karena itu, Eropa mungkin akan menjadi sorotan. Kepala Ekonom Bank Berenberg Holger Schmieding percaya bahwa pengeluaran anggaran yang lebih rendah di Eropa kemungkinan akan menjadi kemenangan strategis bagi kawasan euro. Otoritas AS mengeluarkan begitu banyak uang sehingga membuat takut investor. Artinya, obligasi Eropa akan menjadi lebih menarik daripada mitra AS mereka.
Komentar: