
Perekonomian Swiss, yang dianggap salah satu dari yang terkuat dan stabil di dunia, juga menjadi mangsa pandemi virus corona. Data terbaru mengungkapkan bahwa negara tersebut mengalami penurunan ekonomi yang dalam.
PDB Swissturun 7,3% di triwulan kedua tahun ini, mencatat penruunan terbesar di lebih dari 40 tahun, sebuah laporan dari Swiss State Secretariat of Economic Affairs (SECO) menunjukkan. Secara khusus, rekor tersebut telah dipegang sejak 1980. Indikator ini sebelumnya tidak pernah mencatatkan hasil negatif seperti itu. Menurut statistik, konsumsi pribadi turun 8,1% di periode 6 bulan pertama 2020. Ekspor barang dan jasa masing-masing turun 6,5% dan 15,3%. Secara sekilas, data suram seperti itu seharusnya menimbulkan kekhawatiran di pemerintah. Namun, para pejabat Swiss berpikir berbeda. Negara ini tidak memiliki khayalan mengenai masa depan ekonomi cerah mengingat dampak yang merusak dari pandemi. Oleh karena itu, ekonom bersiap untuk penurunan terburuk yang diperkirakan pada PDB sedikitnya 8,2%. Angka PDB akhir berubah menjadi lebih baik dari yang diperkirakan. Pemerintah menangani krisis pandemi pelan tapi pasti. Saat ini, terlalu dini untuk membicarakan mengenai pengembalian indikator awal krisis, namun perekonominan Swiss pasti akan pulih secara bertahap.
Menurut International Institute for Management Development, Swiss masih berada dipuncak negara paling kompetitif secara ekonomi di dunia. Singapura, Denmark, Belanda, Hong Kong, Swedia, Norwegia, Kanada, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Taiwan juga masuk ke dalam daftar negara dengan perekonomian terbaik di dunia.
Komentar: