
Tampaknya tahun ini menjadi tahun yang sangat menantang bagi Donald trump. Terlepas dari pemilihan umum, ia berjuang keras dengan memburuknya indikator ekonomi yang di rusak oleh krisis virus corona dan tuduhan terus-menerus dari media.
Sebagai contoh, baru-baru ini The New York Times telah mengklaim berhasil memperoleh informasi pajak presiden selama 20 tahun terakhir. Menurut laporan raksasa media itu, Donald Trump tidak membayar pajak penghasilan selama 10 dari 15 tahun sebelum pemilihannya, dan hanya $ 750 setahun pada tahun 2016 dan 2017. Hal yang penting, di Amerika Serikat, pajak pendapatan merupakan beban bagi banyak kelompok orang yang rentan secara finansial. itulah mengapa laporan ini menimbulkan gema karena Trump denga nkekayaan senilai $2,7 miliar entah bagaimana menemukan cara untuk menghindari pembayaran pajak. Cukup janggal, laporan rincian pembayaran lebih dari dua dekade dari informasi pajak menunjukkan bahwa Trump mengalami kerugian finansial yang besar. Tentunya ini sangat tidak masuk akal mengingat kekayaan Trump yang semakin meningkat. The Times juga menemukan bahwa Trump memiliki utang ratusan juta dolar karena ia telah mendapatkan keuntungan dari sejumlah penghapusan untuk menghindari pembayaran pajak. Selain itu, ia tahu betul bagaimana skema pengurangan pajak bekerja karena putrinya Ivanka adalah ahli yang baik dalam masalah ini. Selain itu, ia telah menemukan celah untuk meminimalkan pajak melalui kerusakan dan keausan real estatnya. Depresiasi adalah pengikisan nilai aset-aset yang digunakan lebih dari setahun. Kemudian, ia menghitung kerugian harga dan biaya kerusakan baik dalam produk jadi maupun pengeluaran bisnis. Inilah cara kerajaan bisnis Trump menghasilkan laba dalam volume yang sama, sekaligus menghemat pajak secara signifikan.
Trump sendiri sepenuhnya menyangkal berbagai klaim mengenai kemungkinan penghindaran pajak. "Saya membayar banyak, dan saya membayar tinggi untuk pajak pendapatan negara," ujarnya. Trump juga mengatakan bahwa ia bersedia merilis surat pemberitahuan pajaknya. Secara khusus, ia adalah presiden pertama selama 40 tahun, yang tidak lagi diaudit oleh Internal Revenue Service. Artinya, ia tidak berkewajiban untuk mengungkapkan nilai pajaknya-nya dan kemungkinan, ia tidak akan mengungkapkannya.
Komentar: