
Minyak bukanlah satu-satunya sumber pendapatan bagi Arab Saudi. Sebagai bagian dari Vision 2023, sebuah program pengembangan skala besar, kerajaan ini berencana untuk mendiversifikasi ekonominya dari minyak. Salah satu item utama dari rencana ini adalah penggabungan dua bank lokal terbesar. Kesepakatan antara dua raksasa perusahaan - National Commercial Bank dan Samba Financial Group - akan menjadi yang utama di 2020 dalam hal nilai aset mereka. Menurut laporan awal, National Commercial Bank Arab Saudi akan membeli 67,4 persen saham dari mantan rivalnya senilai hampir $15 miliar. Setelah merger selesai, institusi keuangan ini akan mengendalikan $220 miliar aset dan kapitalisasi pasar senilai $46 miliar. Oleh karena itu, kesepakatan ini akan menciptakan bank ketiga terbesar di wilayah Telik. Realokasi aset ditetapkan akan diselesaikan pada paruh pertama tahun mendatang. Menariknya, satu tahun lalu NCB mengabaikan rencana untuk melakukan merger dengan Riyad Bank, pelaku pasar lain dalam industri perbankan Saudi. Namun, rekor penurunan ekonomi ditengah pandemi virus corona dan penurunan tajam pada harga minyak memaksa perusahaan untuk mempertimbangkan ulang posisinya dalam menciptakan entitas gabungan. Meskipun terdapat keinginan untuk membebaskan negara kerajaan ini dari ketergantungan ekspor minyak, Arab Saudi masih meningkatkan upaya untuk mendorong kapasitas produksi minyak mentah menjadi 13 juta barel per hari. Riyadh yakin bahwa setelah negara bangkit kembali dari fase akut krisis, strategi akan memungkinkan untuk mengalahkan pesaingnya, termasuk Rusia.
Komentar: