
Gelombang pertama virus corona telah mengirimkan pukulan besar bagi usaha-usaha berskala kecil dan menengah di seluruh dunia. Raksasa pasar juga telah menderita kerugian besar sejak virus mewabah. Namun, mereka memiliki peluang lebih besar untuk tetap bertahan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kecil. Bahkan, perusahaan kecil mengajukan kebangkrutan yang lebih sering karena permintaan konsumen tetap lemah.
Di Eropa, ini telah menjadi mimpi buruk karena lebih dari separuh usaha kecil dan menengah lokal melaporkan kemungkinan kebangkrutan. Para pakar khawatir bahwa skenario suram ini dapat terwujud jika situasi tidak membaik. Selain itu, ini adalah statistik yang sebenarnya dan bukan perkiraan beberapa analis. Jika perusahaan ingin menyatakan bangkrut, maka harus dilakukan lebih awal. Saat ini, hanya Prancis dan Italia, dimana satu dari lima perusahaan yang akan mendaftarkan kebangkrutan dalam enam bulan mendatang. Hilangnya perusahaan kecil dari pasar dapat menyebabkan konsekuensi serius. Usaha kecil merekrut lebih dari 2/3 angkatan tenaga kerja keseluruhan. Jika perusahaan-perusahaan ini ditutup, anggaran stimulus pemerintah akan membumbung tinggi. Pandemi menyebar di sepanjang pasar Eropa seperti kuda hitam bencana. 70% dari perusahaan lokal mengumumkan penurunan pendapatan.
Sebagian besar pengusaha Eropa menganggap situasi ekonomi mengkhawatirkan. Mereka khawatir akan ketidaksanggupan untuk membayar pinjaman dan perlunya merumahkan karyawan. Namun, para ekonom yakin bahwa penutupan perusahaan-perusahaan tersebut adalah solusi terbaik dibandingkan dengan mempertahankannya.
Komentar: