
Harga minyak dibawah tekanan penurunan yang disebabkan oleh meningkatnya angka kasus virus baru dan resiko lockdown kedua di sebagian besar negara.
Harga minyak jatuh ditengah ancaman penurunan baru dari permintaan global yang disebabkan oleh langkah pembatasan yang dikenakan untuk menghentikan penyebaran virus. Di akhir Oktober, harga minyak mulai mengalami penurunan. Selain itu, ekonom tidak melihat adanya alasan untuk pemulihan mendatang.
Pada investor sangat khawatir mengenai keseimbangan permintaan penawaran. Laporan terbaru dari AS menunjukkan bahwa cadangan minyak naik yang dengan demikian mendorong kekhawatiran. Selain itu, peserta pasar sangat khawatir mengenai virus corona dan penurunan terkait dalam produksi dan konsumsi energ. Para ahli di Goldman Sachs menduga bahwa harga minyak dibawah tekanan akibat angka kasus virus yang meningkat di dunia. Otoritas dari berbagai negara menetapkan langkah karantina yang lebih ketat yang mengakibatkan ketidakstabilan pada pasar minyak.
Hanya dolar AS yang lemah yang mendukung minyak. Greenback kehilangan nilainyya dikarenakan ketidakpastian terkait paket stimulus baru. Meskipun demikian, analis berfikir bahwa permintaan untuk minyak akan sulit untuk meningkat di masa mendatang.
Komentar: