logo

FX.co ★ Pasar saham merosot karena pesimisme atas melonjaknya kasus virus

Pasar saham merosot karena pesimisme atas melonjaknya kasus virus

Pasar saham merosot karena pesimisme atas melonjaknya kasus virus

Situasi penyebaran global COVID-19 masih dramatis. Ini memiliki dampak buruk yang parah pada pasar saham. Bahkan indeks global jatuh di bawah nol pada pertengahan Oktober tahun ini.

Pasar saham anjlok menyusul meningkatnya kasus virus Corona global dan laporan mengecewakan dari sejumlah bank terkemuka. Selain itu, kurangnya kemajuan dalam pembicaraan stimulus AS membebani indeks.

Situasi epidemiologi jauh dari stabil dan membuat dunia tetap waspada.

Di akhir Oktober, dinamika di pasar tenaga kerja AS beragam. Para ahli mencatat peningkatan jumlah klaim pengangguran awal. Pada saat yang sama, klaim pengangguran yang berlanjut ternyata jauh di bawah ekspektasi analis. Namun, penurunan klaim berkelanjutan untuk tunjangan pengangguran berdampak buruk pada pasar karena investor menganggapnya sebagai pencegahan untuk penerapan paket stimulus baru.

Pasar vaksin COVID-19 global sedang mengalami masa sulit. Johnson & Johnson terpaksa menghentikan uji coba vaksin virus Corona karena salah satu peserta dalam penelitian tersebut jatuh sakit. Penyebab pastinya masih harus diselidiki. Begitu juga dengan Ely Lilly. Khawatir efek samping pada peserta, produsen obat tersebut memutuskan untuk menangguhkan uji klinis yang disponsori pemerintah terhadap obat antibodi yang disebut ACTIV-19. Pfizer dan BioNTech juga belum bisa memastikan dengan pasti apakah vaksin mereka efektif atau tidak. Perusahaan tersebut diperkirakan akan memberikan informasi yang lebih spesifik setelah pertengahan November 2020.

Meskipun imbal hasil obligasi 10 tahun hampir tidak berubah, pasar Treasury juga menghadapi kondisi yang sangat menantang. Hasil catatan 10-tahun turun 2 basis poin di tengah kekhawatiran atas dampak ekonomi dari gelombang kedua infeksi virus Corona. Sementara itu, imbal hasil obligasi global berperingkat BBB merosot 4 basis poin meskipun ada kemungkinan peningkatan pinjaman yang substansial (dalam jumlah $82 miliar) dan potensi insentif dari Departemen Keuangan AS.

Selain itu, harga mobil bekas di Amerika Serikat turun. Indeks Nilai Kendaraan Bekas Manheim turun 1,6% pada bulan September. Di saat yang sama, indikatornya tetap 15% lebih tinggi dari tahun lalu. Menurut analis, pabrik manufaktur otomotif yang beroperasi dengan kapasitas penuh mendukung industri mobil. Selama periode pelaporan, penjualan mobil meningkat 1 juta unit setiap bulannya. Para ahli percaya bahwa tingkat harga mobil bekas saat ini memungkinkan pembuat mobil menaikkan nilai produk baru dan mempertahankan keuntungan yang tinggi.

Laporan kasus baru virus Corona, bantuan medis, dan angka kematian tetap menjadi fokus investor. Selain itu, pelaku pasar mempertimbangkan berita tentang langkah-langkah pembatasan anti-virus Corona yang lebih ketat di Eropa dan Amerika Serikat. Data tentang klaim pengangguran mingguan AS juga penting untuk pasar. Investor mencoba menilai risiko dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang diharapkan di pasar tenaga kerja dari gelombang COVID-19 kedua. Selain itu, perhatian trader dikhususkan untuk musim pelaporan. Raksasa seperti Microsoft, Intel, Coca-Cola, Philip Morris, dan lainnya diharapkan merilis laporan pendapatan kuartalan mereka dalam waktu dekat.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: