
Belakangan ini, beberapa sumber yang mengetahui masalah ini melaporkan bahwa perusahaan pakaian olahraga Jerman, Adidas, berencana menjual divisi Reeboknya. Adidas mengakuisisi Reebok pada tahun 2005. Saat ini, perusahaan tersebut tengah menjajaki cara untuk menjual merek yang merugi. Sejauh ini, Adidas belum memberikan komentar resmi terkait kesepakatan tersebut. Sementara itu, Reebok tengah menjalani audit internal yang memperparah rumor penjualannya. Spekulasi ini cukup untuk mengangkat saham Adidas lebih dari 3% di Bursa Efek Frankfurt. Pengumuman resmi atas kesepakatan ini pasti akan semakin menaikkan saham perusahaan tersebu . Chief Executive Adidas, Kasper Rorsted, dikenal karena ketidaksabarannya dengan bisnis yang tidak efisien. Ia tidak segan-segan menutup toko, mengakhiri koleksi baru, atau bahkan memutuskan kontrak dengan seorang selebriti jika dianggap tidak menguntungkan. Kini fokusnya ada pada Reebok, yang hampir tidak dapat disebut divisi yang makmur. Sebelumnya, Rorsted berharap Reebok akan menghasilkan pertumbuhan penjualan dengan lini alas kaki baru seperti CrossFit Nano dan FloatRide Run. Ia berulang kali membandingkan pengawasan pada Adidas dan Reebok seperti orang tua yang mencintai kedua anaknya secara setara.
Komentar: