logo

FX.co ★ Yuan melonjak di tengah pemilu presiden AS

Yuan melonjak di tengah pemilu presiden AS

Yuan melonjak di tengah pemilu presiden AS

Yuan China mengalami periode terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Nilai yuan meningkat terhadap dolar AS di tengah pemilu presiden AS.

Pelaku pasar mengira bahwa calon presiden dan divisi dari Partai Demokrat di Kongres AS akan berkontribusi pada hubungan dagang yang lebih hangat antara AS dan China. Dengan demikian, dimulainya kembali negosiasi antara dua ekonomi terbesar dunia ini dapat menyebabkan depresiasi greenback dan lonjakan yuan. Anehnya, pihak berwenang China tidak berencana untuk melihat mata uang mereka naik. Dalam upaya menghentikan kenaikannya, mereka telah memanipulasi nilai tukar yuan untuk waktu yang lama. Faktanya adalah penguatan yuan mengurangi daya saing barang dan jasa yang ditawarkan oleh eksportir China. Itu sebabnya masih belum jelas partai mana yang lebih baik untuk China, Demokrat atau Republik. Tentu saja, presiden baru tidak akan mencabut semua sanksi tersebut. Namun demikian, hubungan dagang kedua negara diharapkan semakin membaik. Zhou Hao, ekonom China di Commerzbank, setuju dengan investor yang percaya bahwa China akan mendapatkan kelonggaran dari konflik. Ia juga beranggapan bahwa arah politik presiden yang baru terpilih tidak mungkin didasarkan pada penerapan sanksi baru.

Selain faktor eksternal, yuan juga didukung oleh berita positif tentang kondisi ekonomi China. Jadi, China adalah ekonomi terbesar pertama yang berhasil melanjutkan kebangkitannya setelah pandemi virus corona. Karenanya, pada bulan Oktober, ekspor China naik 11,4% setahun, yang melampaui prakiraan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: