
Yuan China telah ditambahkan ke daftar pesaing utama dolar AS yang dapat menggantikannya sebagai mata uang utama.
Dalam enam bulan ke depan, mata uang nasional China ini mungkin mengungguli dolar AS. Tentu saja, reaksi China terhadap pandemi tertunda. Virus menyebar ke seluruh dunia karena otoritas lokal lebih memilih merahasiakan wabah tersebut. Namun, tindakan yang diambil oleh pemerintah setelah pengumuman pandemi membuahkan hasil positif yang signifikan.
Beberapa analis dan investor beranggapan bahwa pengabaian hak dan kebebasan warga oleh China memungkinkan negara tersebut menghindari krisis berskala besar. Selain itu, obligasi dan saham dalam denominasi yuan menguat di tengah tindakan tersebut. Kemenangan Joe Biden menjadi pendorong baru lonjakan tersebut. Akibatnya, yuan China menguat terhadap greenback. Sejak awal Juni, yuan melonjak sebesar 8,4% menjadi 6,585 yuan terhadap dolar AS.
Krisis virus corona melanda mata uang lain selain dolar. Real Brasil dan peso Argentina termasuk di antara mata uang yang terdampak paling parah, yang kehilangan sebesar 34% dari nilainya. Tempat kedua diberikan kepada lira Turki yang anjlok hingga 29%. Rubel Rusia merupakan mata uang ketiga dalam daftar dengan penurunan sebesar 23%.
Komentar: