
Menurut data yang diberikan oleh International Energy Agency, pada tahun 2021, dunia akan menghadapi surplus cadangan minyak. Minyak akan mencapai 0,6 miliar barel dibandingkan dengan 2019, IEA menekankan.
Organisasi menduga bahwa di tahun mendatang, pasar minyak mentah akan pulih jauh lebih lambat dari yang diperkirakan. Sebelumnya, IEA merevisi turun perkiraannya untuk permintaan minyak di 2021 pada 170.000 barel per hari menjadi 5,7 juta barel. IEA memperkirakan bahw akonsumsi global untuk hidrokarbon akan turun 8,8 juta barel per hari. Prediksi ini jauh lebih buruk dibandingkan dengan yang dihasilkan pada April saat analis memperkirakan penurunan 50.000 barel per hari.
Para ahli di agensi percaya bahwa dunia akan menyaksikan persediaan melimpah minyak di tahun mendatang. Mereka berharap bahwa China entah bagaimana akan menstabilkan situasi dikarenakan konsimsinya yang tinggi terhadap minyak. Namun, jika permintaan China untuk minyak mentah tetap rendah, pasar minyak global akan mengatasi masalah serius. Pasar kemungkinan akan stabil tidak lebih awal dari Juli 2021 ditengah kekurangan cadangan minyak.
Sebelumnya, Vladimir Putin, Presiden Rusia, mengatakan bahwa minat pada minyak mengalami penurunan. ia berfikir bahwa dalam 5 tahun mendatang, permintaan minyak akan naik 1% dalam satu tahun. Setelah periode tersebut, permintaan minyak akan turun 0,1%.
Komentar: