logo

FX.co ★ Menteri Energi Arab Saudi menyuarakan kekhawatiran mengenai varian baru virus corona

Menteri Energi Arab Saudi menyuarakan kekhawatiran mengenai varian baru virus corona

Menteri Energi Arab Saudi menyuarakan kekhawatiran mengenai varian baru virus corona

Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, jarang menyampaikan perkiraan untuk ekonomi global. Namun, ia tidak dapat begitu saja menghindari situasi dengan virus corona, khususnya terkait proyeksi target ekonomi. Berbicara pada Pertemuan Menteri-menteri OPEC+, pangeran ini berbagi pendapatnnya mengenai masalah ini.

Ia menyuarakan kekhawatirannya mengenai varian baru virus corona, yang tidak hanya menyebabkan pemberlakuan kembali langkah-langkah pembatasan di banyak negara tapi juga menjadi tugas yang lebih sulit untuk para ilmuwan. Salman Al Saud meyakini bahwa varian baru Covid-19 dapat memperlambat laju pemulihan ekonomi global.

"Meski berpotensi dianggap merusak kesenangan dalam proses pemulihan, saya ingin menyerukan kewaspadaan. Varian baru virus adalah perkembangan yang mengkhawatirkan dan tidak dapat diprediksi," Pangeran Abdulaziz mengatakan pada awal konferensi video pertemuan. Ia juga menekankan kondisi pasar minyak yang lebih sehat dan kemajuan dalam vaksinasi, tapi memperingatkan ketidakpastian yang menjulang. Karena penyebaran virus belum dapat dihentikan, masih ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan, Pangeran memperingatkan. Ia menyerukan tanggung jawab dan pemahaman yang baik akan situasi saat ini.

Abdulaziz bin Salman sangat menghargai jasa para dokter dan mencatat bahwa penciptaan vaksin terhadap virus corona telah menjadi salah satu faktor penting untuk pemulihan ekonomi dunia dan permintaan minyak. Namun, ini tidak cukup untuk mencapai keseimbangan persediaan dan permintaan dalam pasar minyak global karena persediaan masih jauh lebih besar dari permintaan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading

Komentar: