
Menteri Perdagangan negara WTO mengeluarkan perjanjian global pertama mengenai perdagangan internasional yang disebut sebagai dorongan "historis" sejak dewan perdagangan didirikan di tahun 1995 seperti yang dilaporkan Agence France-Press hari Sabtu, 7 Desember.
Perjanjian final dicapai setelah lebihdari empat hari negosiasi di pulau Bali, Indonesia. Proyek ini dikembangkan oleh direktur jendral WTO Roberto Azvedo. Dengan peraturan WTO terdiri dari 159 negara, seluruh peserta harus memilih untuk perubahan agar disetujui.
Perjanjian mengandung komitmen untuk memfasilitasi perdagangan dengan menyederhanakan prosedur, kebijakkan untuk membantu negara berkembang dengan peringkat terbawah, dan berjanji untuk membatasi subsidi untuk petani dari negara maju jika mereka mendukung orang-orang yang kekurangan nutrisi. Ekonom memperkirakan bahwa usaha seperti ini ditujukan untuk meningkatkan penjualan global senilai $1 triliun. Sebelumnya India dianggap musuh utama terhadap persetujuan paket. Ketidakpuasan India disebabkan oleh pembatalan tunjangan makanan. Namun, tanggal 6 Desember, kelompok perdagangan India menyambut kesepakatan tersebut. Namun, setelah India menyatakan perjanjiannya, Kuba, Bolivia, dan Venezuela menyatakan keberatan. Pembicaraan dengan negara tersebut terjadi beberapa jam. Oleh karena itu, perjajian dicapai di pagi buta tanggal 7 Desember.