
Para ahli terus memantau dinamika dolar AS. Belakangan ini, mata uang tersebut terus diperdagangkan di bawah tekanan menurun dari sejumlah faktor. Namun, para analis sepakat bahwa mereka tidak dapat menaklukkan greenback. Rupanya, mata uang Amerika tersebut akan memainkan peran utama dalam sistem keuangan dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Para pengamat independen menekankan bahwa sejak penciptaannya, dolar telah berulang kali mengalami berbagai macam serangan. Beberapa negara bahkan memberlakukan larangan penuh atas penggunaan dolar AS. Namun, bahkan kebijakan keras terhadap mata uang tersebut gagal memberikan hasil yang diharapkan. Penduduk di seluruh dunia terus mempercayai greenback.
Penyebab utama kekuatannya tetap tidak berubah sejak pertama kali dijelaskan oleh ekonom Richard Cooper pada tahun 1973. Ia memperkirakan bahwa perjuangan menemukan cara yang dapat diterima untuk mengendalikan dolar akan terus berlanjut, namun pada akhirnya akan gagal. "Alasan mendatasar atas prakiraan ini sederhana: saat ini tidak ada alternatif yang jelas dan layak," ujarnya.
Meskipun beberapa proses ekonomi ditujukan untuk mengurangi hegemoni dolar, greenback masih mendominasi pasar mata uang. Selama beberapa tahun, Rusia dan China terus mengembangkan mekanisme pembayaran alternatif guna menggantikan sistem yang didominasi dolar. Di negara-negara Eropa, pihak berwenang menyerukan untuk meningkatkan otonomi strategis blok tersebut. Namun, upaya mereka untuk mengikis dominasi dolar terus tidak membuahkan hasil.
Komentar: