
Semuanya pasti berakhir, bahkan hubungan terkuat dan terlama. Hubungan pemerintah AS dan perusahaan terbesar Amerika General Motors pun tidak terkecuali. Kerja sama yang telah berlangsung lama dari kedua mitra ini telah berakhir ketika pemerintah AS menjual seluruh saham produsen mobil tersebut. Informasi ini diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Jack Lew. Dalam pembicaraan dengan para jurnalis, ekonomi tersebut mengumumkan "hasil yang tidak menggembirakan" dan melaporkan likuidasi aset-asetnya. Hasilnya sangatlah mengesankan - dengan membeli saham selama krisis keuangan, pemerintah AS rugi $11 miliar. Total dana yang dihabiskan untuk sekuritas produsen mobil yang menghadapi kebangkrutan tersbeut mencapai $51 miliar dari dana anggaran. Empat tahun lalu, pada puncak krisis keuangan dunia, General Motors mengatakan akan memulai proses pengajuan bangkrut saat industri otomotif AS terkena dampak terparah. Pemerintah Amerika menopang produsen mobil legendaris tersebut dengan membeli portolio saham-sahamnya dimana hal ini menjadi bantuan keuangan yang besar untuk GM. Belum diketahui berapa jumlah kesepakatan terakhir, namun awalnya pemerintah memiliki 32 persen saham. Di awal musim gugur, saham dikurangi ke 7,3 persen. Di pertengahan November, Departemen Keuangan AS menebus $1,2 miliar, namun tidak dijelaskan dalam persentase.