
Janet Yellen, Menteri Keuangan AS yang baru terpilih, memaparkan visinya mengenai kebijakan keuangan Gedung Putih. Secara khusus, Presiden AS Joe Biden menyebut mantan ketua Federal Rersever, Janet Yellen, sebagai kandidat Menteri Keuangan.
Berbicara kepada anggota parlemen, Yellen menyatakan pentingnya melakukan "aksi besar" dan mengusulkan guyuran stimulus tambahan ke dalam ekonomi AS.
"Tanpa tindakan lebih lanjut, ada risiko resesi yang lebih panjang dan lebih menyakitkan dari sekarang dan akan semakin lama melukai ekonomi nantinya," ujar Yellen. Selain itu, ia menekankan bahwa pemerintahan yang baru tidak berencana menaikkan pajak selama pandemi virus corona, meski mendorong penghapusan insentif pajak untuk perusahaan-perusahaan di luar negeri.
Yang menarik, Menteri Keuangan AS tersebut tidak mengangkat isu dolar yang kuat, karena ternyata pemerintahan yang baru telah mengesampingkan kebijakan dolar yang kuat.
"Tidak presiden terpilih, maupun saya, mengusulkan paket bantuan ini tanpa pertimbangan terhadap beban utang negara. Tapi sekarang, dengan suku bunga di level terendah sepanjang masa, hal paling cerdas yang dapat kita lakukan adalah beraksi besar," ujar Yellen dalam mengomentari paket stimulus virus corona Biden sebesar $1,9 triliun.
Komentar: