
Menurut laporan Komisi Eropa (EC), imigrasi ke Eropa menurun sebanyak sepertiganya akibat pandemi COVID-19. Seiring dengan penurunan migrasi secara umum, para ahli juga mencatat peningkatan jumlah pendatang ilegal.
Selain penurunan secara umum, para ahli mencatat lonjakan migrasi di sejumlah negara di mana arus imigrasi melonjak drastis pasca penurunan signifikan pada April 2020.
Dalam 10 bulan pertama tahun 2020, UE menerima 390.000 permohonan suaka (349.000 permohonan diajukan untuk pertama kalinya). Angka ini 33% lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Tercatat, 43% permohonan disetujui. Sementara itu, dibandingkan periode yang sama tahun 2019, terjadi penurunan jumlah penyeberangan perbatasan ilegal di negara-negara UE sebesar 10%. Menurut para ahli, ini merupakan level terendah dalam 6 tahun terakhir.
Para analis menyoroti lonjakan arus migran ilegal melalui Mediterania Tengah ke Italia dan Malta di balik penurunan migrasi secara umum. Tahun lalu, terdapat 34.100 imigran gelap di Eropa, sedangkan pada 2019 jumlahnya tidak lebih dari 11.500 orang. Sebagian besar migran berasal dari negara-negara yang pernah mengalami kemerosotan ekonomi yang parah.
Komentar: