
Meskipun Eropa telah mampu meningkatkan tingkat vaksinasi, namun tidak banyak membantu dalam melawan virus corona. Di euro area, situasi epidemiologis ini masih diluar kendali. Selain itu, data terbaru telah menunjukkan bahwa hal ini memburuk.
Ursula von der Leyen, Presiden dari European Commission, mengatakan bahwa kerusakan nyata dari situasi epidemiologis di wilayah terjadi akibat tingkat vaksinasi yang rendah. Ia mencatat bahwa cakupan imunisasi diturunkan setelah lebih dari 10 negara-negara Eropa menghentikan penggunaaan vaksin AstraZeneca. Selain itu, produsen vaksin mengalami kesulitan produksi. Terdapat kekhawatiran bahwa produsen vaksin lain juga akan gagal memenuhi permintaan.
Strain baru dari infeksi telah ditemukan di zona euro. Ursula von der Leyen mengkonfirmasi bahwa UE akan segera menghadapi gelombang ketiga, dan meminta negara-negara untuk mempercepat laju vaksinasi. "Jumlah kasus meningkat secara eksponensial dikarenakan peningkatan varian baru virus yang lebih menular B.1.1.7. Kita berada dalam gelombang ketiga. Situasi ini serius," Kanselir Angela Merkel menegaskan.
Saat ini, AstraZeneca mewakili tautan terendah dalam rantai pasokan. Vaksin ini gagal memproduksi jumlah yang diperlukan. Pfizer dan Moderna masih beroperasi sesuai dengan kesepakatan.
Agensi berita ternama juga telah melaporkan bahwa gelombang ketiga dari virus corona telah meyapu Eropa. Baru-baru ini, The Guardian mencatat bahwa kenaikan harian dalam kasus Covid-19 yang baru di Eropa telah mencapai level rekor sejak awal Februari. Pemerintah diminta untuk kembali menekankan pembatasan karantina, jam malam, dan bahkan tindakan lockdown.
Komentar: