
Pemerintahan Gedung Putih yang baru di bawah Joe Biden aktif membangun kembali hubungan diplomatik yang diputus oleh Presiden AS sebelumnya, Donald Trump. Pertama, AS berupaya meningkatkan hubungan dengan negara-negara Eropa. Demokrat membuktikan pernyataan mereka dengan tindakan, dan pertemuan online Perwakilan Dagang AS, Katherine Tai, dengan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Pemulihan Prancis, Bruno Le Maire, mengkonfirmasi niat ini dengan baik. Kedua pejabat tersebut menegaskan niat kuat mereka untuk menyelesaikan sengketa perdagangan yang berlangsung lama. Bruno Le Maire menyimpulkan hasil konferensi tersebut, mengatakan bahwa kedua negara sangat ingin mengakhiri tensi perdagangan yang merugikan kedua belah pihak. Menteri tersebut mengatakan bahwa Prancis dan AS bertekad untuk bersama-sama mencari solusi. Tercatat, M. Franck Riester, Menteri Delegasi untuk Perdagangan Luar Negeri dan Daya Tarik Ekonomi Prancis, yang juga menjabat Menteri Urusan Luar Negeri dan Eropa, turut mengikuti konferensi tersebut. Selain menata ulang hubungan, para peserta virtual meeting juga membahas berbagai masalah, mulai dari praktik perdagangan ilegal hingga reformasi World Trade Organization. Ini bukan langkah pertama menuju rekonsiliasi. Sebelumnya, selama panggilan telepon, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan Presiden AS, Joe Biden, menyetujui penangguhan tarif selama empat bulan yang sebelumnya diberlakukan pada impor senilai lebih dari $10 miliar dalam sengketa perdagangan Airbus-Boeing.
Komentar: