
Di tahun baru, satu lagi negara anggota UE telah bergabung di euro area. Pada 1 Januari, 2014, Latvia secara resmi telah menjadi anggota dari Zona euro. Seperti biasanya, persyaratan utama untun melengkapi integrasi Eropa adalah pengenalan dari mata uang tunggal Eropa. Saat ini, pasar finansial mulai menggunakan euro dan para penduduk memenuhi simpanan mereka dengan mata uang nasional UE. Berdasarkan pada rencana perbaikan moneter, mata uang nasional terdahulu akan dicabut dari peredaran hingga 15 Januari, 2014. Warga Latvia terlihat tidak senang terhadap inovasi ini. Oleh karena itu, saat hari pertama penggunaan euro, pengusahan besar dan pebisnis memulai meningkatkan harga makanan.
Setelah pound Siprus dan lira Malta digantikan oleh euro, lat Latvia menjadi mata uang yang paling bernilai di Eropa. 1 lat Latvia setara dengan 1,96 dolar AS dan 1,19 pound Inggris. Uang tunai yang paling bernilai sebesar 500 lat juga ditiadakan. Mata uang tersebut setara hampir 983 dolar AS. Lat Latvia bukan hanya satu-satunya mata uang yang beredar di negaranya. Mulai 1992 hingga 1993, ada ruble Latvia, yang secara luas dikenal sebagai repshiki yang diambil dari nama gubernur bank Latvia. Hingga saat ini, mata uang tunggal Eropa bersama-sama membawa 18 negara dengan lebih dari 325 juta orang. Ada beberapa anggota UE yang belum bergabung dengan euro area namun berkeinginan untuk melakukannya dimasa yang akan datang. Negara tersebut diantaranya adalah Swedia, Lithuania, Polandia, Republik Ceko, Kroasia, Hungaria, Romania dan Bulgaria. Inggris dan Denmark juga merupakan negara-negara UE; namun, mereka tidak akan menggunakan euro. Inggris menggunakan pound Inggris; sementara mata uang nasional Denmark adalah krone Denmark.