
CEO BlackRock, Larry Fink, melihat masa depan cerah untuk pasar saham AS. "Saya sangat bullish di pasar," jelas kepala perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia, memberikan penekanan besar pada tren saat ini yang menunjukkan peningkatan kuotasi.
Menurut sang pakar, ada sejumlah faktor yang dapat mendorong pasar lebih tinggi dalam waktu dekat. Fink mengharapkan indeks saham utama AS untuk naik, meskipun sudah melayang di dekat rekor tertinggi. Alasan untuk optimisme tersebut adalah langkah-langkah stimulus fiskal besar-besaran yang diadopsi oleh otoritas AS, khususnya paket bantuan $1,9 triliun baru-baru ini dan program pelonggaran kuantitatif Fed yang sedang berlangsung.
Pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku konsumen secara dramatis di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat. Krisis virus Corona menurunkan permintaan barang dan jasa ketika konsumen mencoba menghemat uang, jelas Fink. Namun, langkah-langkah stimulus memungkinkan warga dari sejumlah negara untuk memasuki pasar, dan tidak hanya memasukkan uang ke dalam rekening bank.
Namun demikian, ada risiko jangka panjang terhadap pasar saham global, CEO BlackRock memperingatkan. Yang terbesar adalah strain virus baru yang dapat menurunkan efektivitas vaksin COVID-19 yang ada. Faktor lain yang mengancam pasar ekuitas adalah lonjakan defisit pemerintah yang menyebabkan pajak lebih tinggi dan biaya pinjaman meningkat. Skenario ini dapat memaksa investor untuk membuang ekuitas dan beralih ke pasar obligasi, sang pakar menyimpulkan.
Komentar: