
Dan musim salju pun tiba. Sementara Rusia mengalami cuaca hangat yang tidak biasanya, Amerika Serikat menghadapi semua suka cita dari musim salju Siberia. Musim salju ini dapat memaksa Amerika merogoh kantongnya lebih dalam. Menurut para ahli, perubahan cuaca dingin yang ekstrim ini akan membuat Departemen Keuangan AS mengeluarkan biaya sebesar $5 miliar. PDB negara tersebut menurun (sekitar 0,2% YoY); tingkah laku cuaca yang tidak biasa ini membuat lalu lintas transportasi menjadi sulit dan memaksa warga tetap tinggal di rumah. Evan Gold, wakil presiden senior di Planatycs, sebuah perusahaan pengamat cuaca untuk bisnis di wilayah perkotaan Philadelphia, mencatat bahwa meski cuaca dingin yang menusuk tulang ini akan mudah dilupakan, namun dapat merugikan ekonomi karena besarnya jumlah warga yang terkena dampak cuaca dingin. "Situasi yang sama di 2010 berlangsung selama satu minggu, dengan badai salju dan es. Kami menghitung kerugian saat itu sekitar $25 miliar hingga $30 miliar. Namun, cuaca dingin saat itu berlangsung cukup lama. Sedangkan, cuaca saat ini sangat dingin namun tidak disertai badai, sehingga hanya akan berlangsung selama dua hingga tiga hari," Gold mengatakan. Fenomena alam yang tidak biasa seperti ini disebut "Polar Vortex". Para ahli meteorologi memperkirakan cuaca akan menghangat paling awal minggu depan, setelah itu kita baru bisa menilai kerugian yang disebabkan cuaca dingin yang membeku. Banyak toko yang harus tutup, sementara toko yang tidak tutup mengeluhkan jumlah pembeli yang rendah. Beberapa dari mereka mampu mendapatkan pemasukan dengan menjual barang-barang musim dingin. Namun, pengusaha akan mengalami kesulitan lainnya. Tagihan yang besar telah menanti sekitar 200 juta warga Amerika. Perusahaan transportasi juga mengalami kerugian karena banyak wisatawan yang tidak bisa pulang dan terjebak di bandara serta stasiun kereta api karena hotel penuh. Namun masih ada kabar gembira; meski cuaca yang lebih dingin dari biasanya menurunkan PDB hingga 0,2%, ekonomi akan kembali naik di awal triwulan 1.