
Tampaknya bahwa mantan Presiden AS Donald Trump tidak menyerah dan melakukan segalanya untuk tidak menghilang dari radar. Ia terus membuat pernyataan kuat. Oleh karena itu, ia sekali lagi menarik perhatian media dengan kritik pedas terkini mengenai bitcoin.
Donald Trump melanggar tradisi tak terucap dari mantan Presiden AS untuk tidak terlihat oleh publik. Barack Obama, yang membuat tajuk utama ini selama keseluruhan masa jabatan presidennya, saat ini adalah tamu langka di media. Sama halnya seperti George Bush, Bill Clinton, dan bahkan Jimmy Carter yang telah enggan tampil di depan umum. Sementara itu, Donald Trump menggunakan setiap kesempatan untuk mengingatkan AS mengenai dirinya sendiri.
Kenaikan nilai dari cryptocurrency pertama dunia, bitcoin, menjadi alasan lain bagi mantan presiden itu untuk berpidato di depan bangsanya. Dalam sebuah wawancara, Trump secara terbuka mengakui bahwa ia membenci aset digital dan menyebutkan sebagai program penipuan. Selain itu, ia memaksa otoritas negara untuk mempertahankan kendali ketat atas peredaran cryptocurrency di AS. Trump melihat cryptocurrency sebagai pesaing utama terhadap greenback dan ingin dolar menjadi "mata uang dunia".
"Bitcoin, hanyalah tampak sebagai sebuah penipuan. Saya tidak menyukainya karena itu adalah mata uang lain yang bersaing terhadap dolar," ungkap Trump.
Selain itu, sebagai presiden, Trump berencana untuk menyingkirkan bitcoin dan mata uang virtual lainnya, serta melarang perdagangan crypto. Pada Mei 2018, ia memberikan instruksi spesifik kepada Sekretaris Bendahara AS Steven Mnuchin.
Komentar: