
Beberapa ribu karyawan Sony Group akan diberhentikan dalam rangka reorganisasi krusial. Manajemen akan memangkas 5.000 pekerjaan sehingga memotong biaya tenaga kerja sebesar ¥100 milyar (hampir $1 miliar). Kepala executive Kazuo Hirai akan menjual bisnis PC yang tidak menguntungkan dan akan membagi divisi televisi bermasalah menjadi unit terpisah. Hirai menggambarkan kesepakatan untuk menjual unit PC untuk dana investasi pada Rekan Industri Jepang. Selain itu, ia menetapkan rencana akan menyimpan saham 5 persen di perusahaan PC baru yang akan terbentuk dari penjualan. Kegiatan untuk merampingkan perusahaan akan memberikan pengaruh terutama pada warga dari Nagano Prefecture karena fasilitas manufaktur PC terletak tepat di sana. Perusahaan akan menghentikan produksi di beberapa pabrik-pabrik Cina. Bisnis televisi akan dibentuk sebagai anak perusahaan. Sementara itu, 5.000 karyawan telah diperingatkan mengenai pemecatan. Formalitas reorganisasi akan selesai pada Maret 2015. Pasar menunjukkan respon positif terhadap pernyataan resmi ini. Dengan demikian, saham Sony melonjak 1,5 % menjadi ¥ 1.624 selembar di Bursa Efek Tokyo. Sebagai referensi, pada akhir Januari, Moody`s menurunkan peringkat kredit Sony menjadi tingkat junk Ba1 dengan outlook negatif. Analis mencatat bahwa masa depan Sony cukup suram di tengah persaingan ketat di sektor pasar tertentu ini. Pendapatan dari penjualan smartphone dan kamera juga terancam gagal karena adanya upaya dari pesaing. Tahun lalu mencatatkan kerugian tersebar dalam sejarah perusahaan. Pada bulan November, saham merosot 11 % hanya dalam satu hari yang merugikan perusahaan sebesar $2,2 miliar. Raksasa elektronik Jepang didirikan pada tahun 1946, telah menjadi salah satu produsen terkemuka produk elektronik di dunia. Selain itu, merek populer seperti VAIO, Bravia, dan Walkman juga dikembangkan oleh Sony Group.