
Di 2013, produsen makanan Perancis Danone melaporkan kerugian untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Statistik yang mengecewakan ini membuat para ahli merevisi estimasi 2014 lebih rendah. Alasan utama penurunan ini adalah lemahnya penjualan di pasar Asia, yang merupakan pasar terbesar Danone di dunia. Turunnya permintaan konsumen disebabkan oleh skandal kontaminasi yang terjadi tahun lalu. Faktanya salah satu pemasok produk susu terbesar Fonterra dituduh melanggar standar kualitas makanan. Perusahaan eksportir yang berasal dari Selandia Baru tersebut tengah diinvestigasi karena produksinya diduga mengandung botulinum. Dewan Danone memutuskan untuk menarik seluruh pengiriman makanan bayi yang dikirim ke kawasan Asia. Meski keputusan ini memicu kerugian besar, perusahaan raksasa asal Perancis tersebut berhasil menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang berbasis di Paris ini. Sehingga di 2013, net profit Danone turun ke €1,42 miliar dibandingkan dengan €1,67 miliar di 2012. Operating profit juga turun. Meski begitu, saham Danone naik menjadi €52,08 per lembar. Selain itu, penjualan setahun penuh naik tipis menjadi €21,3 miliar di 2013.