
Menurut Presiden AS Joe Biden, perusahaan-perusahaan minyak patut disalahkan atas kenaikan harga bensin di AS. Mereka membeli minyak mentah yang murah di pasar grosir dan kemudian menjual bensin di stasiun pengisian bensin dengan harga yang lebih tinggi. Pada waktu yang sama, mereka meraih keuntungan dari selisih harganya.
Joe Biden percaya bahwa kenaikan tajam harga bensin di AS mungkin adalah hasil dari aktivitas ilegal perusahaan-perusahaan minyak. Ia mendesak pihak berwenang memeriksa legalitas dari tindakan perusahaan-perusahaan minyak itu.
Presiden AS itu mengatakan kecurigaan akan adanya manipulasi pasar minyak mentah muncul setelah pemerintah memutuskan untuk memanfaatkan cadangan minyak strategisnya. "Harga bensin di pasar grosir turun sekitar 10% pada beberapa pekan lalu. Tapi harga di pom bensin belum turun satu sen pun. Dengan kata lain, perusahaan penyedia bahan bakar membayar lebih sedikit dan menghasilkan lebih banyak. Dan mereka tidak terlihat berencana meneruskan penurunan harga itu ke konsumen di pom bensin," Biden menekankan.
Pada akhirnya, Joe Biden meminta Komisi Perdagangan Federal untuk menginvestigasi apakah perusahaan minyak dan gas berpartisipasi dalam aktivitas ilegal. Sebelumnya, Menteri Energi Jennifer Granholm mengatakan harga bensin untuk konsumen terlalu tinggi. Harga bahan bakar mengeruk dompet konsumen. Granholm mendesak perusahaan-perusahaan energi untuk meningkatkan persediaan minyak mentah. Pada waktu yang sama, ia mengingatkan bahwa perusahaan menghasilkan "keuntungan yang luar biasa besar" ketika masyarakat menghadapi kesulitan keuangan.