logo

FX.co ★ UE mempertimbangkan kembali hubungan dengan Rusia

UE mempertimbangkan kembali hubungan dengan Rusia

UE mempertimbangkan kembali hubungan dengan Rusia

Menurut para pejabat Eropa, UE tidak menganggap hubungan perdagangan sebagai pilar dalam hubungan dengan Rusia. Josep Borrell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, mengumumkan kebijakan baru pada konferensi video informal para Menteri Pertahanan Uni Eropa. “Kami tidak punya pilihan lain selain berdiri bersama, sebagai Uni Eropa, untuk mendukung Ukraina. Perlu diingat bahwa kami tidak hanya mendukung Ukraina, tetapi juga mendukung keamanan kami dan stabilitas dunia. Hal ini akan datang dengan akibat, bukan cuma-cuma. Sanksi akan dibalas, sanksi ada biayanya. Lebih baik menjelaskan kepada opini publik bahwa ini adalah kebenaran, tetapi kita harus siap membayar akibat ini sekarang, karena, jika tidak, kita harus membayar akibat yang jauh lebih besar di masa depan,” jelas Josep Borrell pada konferensi pers. Setelah beberapa dekade Perang Dingin, Eropa bertujuan untuk menjalin hubungan dengan mengembangkan perdagangan dengan Rusia melalui hubungan yang saling menguntungkan, tetapi semuanya sia-sia. Dengan menjatuhkan sanksi, UE siap menghadapi semua konsekuensi dari tindakannya, jika mencegah konflik yang berkembang. Sementara itu, Barat berjanji untuk membatasi efek merusak dari sanksi terhadap rakyat Rusia. Semua pembatasan ditujukan secara eksklusif untuk pejabat dan perusahaan besar milik pemerintah. “Kami membuka lembaran baru untuk sejarah integrasi Eropa dan juga sejarah Eropa pasca-Perang Dunia dan pasca-Perang Dingin. Hubungan dengan Rusia tidak akan lagi ditentukan oleh perdagangan, meyakini bahwa perdagangan akan membuat transformasi politik terhadap rezim. Kami ingin mendukung rakyat Rusia,” tambah Borrell.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading