
Dalam triwulan tiga di tahun 2011 mata uang yang tercepat untuk menurun di Eropa adalah Zloty Polandia yang telah turun 16.3% melawan mata uang dolar AS dan 9.8% melawan Euro, diputuskan oleh Bloomberg yang telah menganalisis dinamika pasar mata uang di Eropa.
Dalam artikel Bloomberg tak ada menyebutkan apakah Bloomberg menganalisis mata uang negara lainnya yang bukan anggota Uni Eropa khususnya Rusia.
Menurut data bank sentral Rusia resmi dolar AS mulai tanggal 1 Juli 2011 naik 15% (27.87 di bulan Juli dan 32.11 pada tanggal 26 September) Euro naik 7% (40.42 dan 43.37 berturut-turut).
Penurunan Zloty menyebabkan bank sentral Polandia harus masuk pasar dengan pembelian mata uang nasional. Bloomberg mengakui bahwa peristiwa tersebut belum terjadi sejak April 2000 saat Zloty menjadi mata uang yang dapat ditukar sepenuhnya.
Intervensi bank sentral membantu Zloty menguat pada tanggal 23 September dengan 3.2 poin persentase melawan Euro.
Diantara alasan yang disebutkan para investor yang menjual Zloty menyebutkan ada kekhawatiran mengenai ketidak mampuan pemerintah untuk mengurangi defisit anggaran ke 3%.
Selanjutnya, para investor mengantisipasi bahwa masalah hutang UE akan mempengaruhi Polandia.
Faktor yang lain pada penurunan Zloty adalah ketidak stabilan secara keseluruhan pada pasar mata uang karena para trader menjual mata uang negara berkembang.
Beberapa waktu yang lalu diinformasikan bahwa beberapa bank internasional telah menurunkan perkiraan pada kemajuan ekonomi Polandia.
Oleh karena itu, Goldman Sachs mengharapkan GDP negara tersebut tumbuh tidak 4.2% tetapi hanya 3.8% di tahun 2011.
Bank of America Merrill Lynch merevisi perkiraan dari 3.7 ke 2.9%.
Di saat yang sama pemerintah Polandia memperkirakan kenaikan 4%.