logo

FX.co ★ Elon Musk serukan kenaikan produksi minyak dan gas

Elon Musk serukan kenaikan produksi minyak dan gas

Elon Musk serukan kenaikan produksi minyak dan gas

Situasi rumit dalam pasar energi global adalah alasan mengapa penentang keras kenaikan produksi minyak mengubah posisi mereka. CEO Tesla Elon Musk enggan mengakui bahwa AS terpaksa menaikkan produksi minyak dan gasnya segera.

"Dengan berat hati, tapi kami perlu menaikkan produksi minyak dan gas segera. Masa yang luar biasa menuntut tindakan yang luar biasa," cuit pengusaha itu. "Jelas, ini akan berimbas negatif pada Tesla, tapi solusi energi yang berkelanjutan tidak dapat bereaksi dengan cepat untuk menggantikan ekspor minyak dan gas Rusia," tambah Elon Musk.

Saat ini, minyak mentah Brent telah menembus $120 per barel untuk pertama kalinya sejak Februari 2013. Lembaga pemeringkat kredit S&P menaikkan perkiraan harga minyaknya untuk tiga tahun mendatang karena ketegangan geopolitik global. Minyak mentah Brent diharapkan akan melaju ke $85 dari $75 per barel dan WTI ke $80 dari $70 pada 2022. Pada 2023, para analis memprediksi bahwa Brent akan naik ke $70 dari $65 dan WTI akan naik ke $65 dari $60.

Kontrak berjangka gas alam untuk April di UE lebih dari $2.400 per meter kubik. Harganya naik hampir 30% dalam skala harian. Pada akhir Februari, negara-negara UE telah menggunakan semua gas yang dipompa ke dalam fasilitas penyimpanan gas bawah tanah pada musim panas. Saat ini, harga gas naik di tengah kekhawatiran pasokan dari Rusia karena situasi geopolitik saat ini.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading