
Para analis di CNBC percaya bahwa konflik Rusia-Ukraina telah mendorong crypto ke dalam sorotan. Banyak investor mengalihkan perhatian mereka ke aset-aset digital dari uang fiat di masa bergejolak. Khususnya, banyak negara khawatir jika Rusia akan menggunakan cryptocurrency untuk mengelak dari sanksi Barat.
Isu ini dibahas secara luas di media sejak pemberlakuan sanksi terhadap Rusia. Pakar crypto menyoroti beberapa kesulitan. Kesulitan utamanya adalah ketidakmampuan untuk melacak transaksi blockchain dan minimnya likuiditas.
Sebelumnya, ruble Rusia turun setelah sanksi dijatuhkan oleh UE dan AS. Untuk alasan ini, banyak investor mencari pelindung dalam mata uang virtual demi menghindari pembatasan serta meminimalisir dampak negatifnya. Aset-aset crypto seperti bitcoin memiliki sistem terdesentralisasi, yang berarti mereka tidak dikendalikan oleh sebuah entitas seperti bank sentral. Bagaimanapun, ada beberapa kelemahan. Blockchain, teknologi yang mendasari bitcoin, adalah sebuah buku besar umum yang mencatat aktivitas. Oleh karena itu, memungkinkan untuk melacak pergerakan dana dari satu akun ke akun lainnya dengan mudah. Hasilnya, itu bukanlah instrumen terbaik untuk menghindari sanksi.
"Kesalahpahaman terbesar mengenai crypto tetap berada pada anggapan bahwa crypto tidak dapat dilacak dan utamanya digunakan untuk tujuan kejahatan, tentu saja ini jauh dari kebenaran," Vijay Ayyar, wakil presiden pengembangan korporat dan internasional di bursa crypto Luno mengatakan.
Fitur lain bitcoin sebagai emas digital, yaitu sebagai alat penyimpan nilai dan aset safe haven yang dapat berguna di masa krisis. Namun, para analis tidak menyarankan untuk menggantungkan harapan pada BTC karena volatilitasnya yang tinggi.
Pada waktu yang sama, setelah pecahnya konflik militer, Ukraina mulai menerima donasi dalam cryptocurrency untuk membiayai prajuritnya. Menurut Elliptic, sebuah perusahaan analitik, Ukraina menggalang dana hingga $50 juta dalam bentuk crypto.
Sulit untuk bitcoin menjadi aset safe haven karena volatilitasnya yang tinggi. Selain itu, cryptocurrency dapat menghadapi sell-off baru setelah pernyataan the Fed mengenai kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari ekspektasi. Kelemahan utama aset digital adalah biaya yang tinggi dan kecepatan transaksi yang rendah.
Komentar: