
Para pejabat senior AS terbang ke ibukota Venezuela Caracas untuk pembicaraan langka dengan pemerintah Presiden Nicolas Maduro. Mereka bertujuan untuk membahas kemungkinan pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Venezuela di tengah larangan impor minyak dan gas Rusia.
Itu bukan pertemuan formal. Selain itu, detailnya diketahui setelahnya. Para pejabat AS mengatakan mereka akan meringankan sanksi yang diberlakukan pada 2019 dengan imbalan pasokan minyak Venezuela. Maduro mendukung ide tersebut. Presiden Venezuela mengisyaratkan kesediaan untuk meningkatkan produksi minyak negaranya jika pasokan Rusia ditutup di pasar internasional. Nicolas Maduro menggambarkan pertemuan itu sebagai “hormat, ramah dan sangat diplomatis.”
Orang dalam berspekulasi bahwa delegasi AS berjanji untuk menyediakan perusahaan AS dan Uni Eropa yang beroperasi di Venezuela dengan lisensi yang memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar dalam operasi dan akses ke minyak dan gas alam Venezuela. Selain itu, dua sember yang tidak disebutkan melaporkan bahwa AS telah menuntut Venezuela memasok setidaknya sebagian dari ekspor minyak ke Amerika Serikat sebagai bagian dari perjanjian untuk meringankan sanksi. Venezuela mulai bekerja sama dengan AS karena hubungannya dengan Moskow melewah karena sanksi anti-Rusia.