
Menurut Jurnal Wall Street, produsen mobil terbesar di Jepang, Toyota Motor Corp, berencana untuk menutup sebagian besar pabriknya di negara itu. Pabrik-pabriknya tidak akan beroperasi selama beberapa hari karena kekurangan suku cadang yang disebabkan oleh gempa berkekuatan 7,4 yang melanda Jepang timur Rabu lalu, 16 Maret.
Jumat lalu, 18 Maret, pembuat mobil Jepang mengatakan bahwa beberapa pemasoknya terkena dampak gempa bumi dan tidak dapat mengirimkan suku cadang yang cukup. Eksekutif Toyota tidak menyebutkan nama perusahaan-perusahaan ini. Pada saat yang sama, Renesas Electronics Corp., produsen microchip utama, menegaskan bahwa pabriknya di daerah gempa tidak akan melanjutkan produksi.
Penutupan pabrik Toyota mempengaruhi produksi beberapa mobil populernya, termasuk sport utility vehicle RAV4. Terlebih lagi, dari 14 hingga 18 Maret, perusahaan menurunkan perkiraan untuk output mobil sebesar 50.000 unit. Kemudian, Toyota memangkas rencana produksinya sebesar 150.000 unit untuk bulan April. Selain itu, perusahaan mengungkapkan bahwa pemangkasan lebih lanjut kemungkinan terjadi pada bulan Mei dan Juni.
Pembuat mobil Jepang tersebut mengatakan bahwa mereka merevisi rencana produksinya agar lebih sesuai dengan realitas pasar saat ini.