
Kemitraan tingkat tinggi menciptakan masalah besar karena sangat sulit untuk mencapai konsensus. Khususnya, ketika membahas mengenai Trans-Pacific Partnership. Dalam perjalanan terbarunya ke Asia, Presiden Obama mengunjungi Jepang. Namun Perjanjian perdagangan bilateral, yang seharusnya ditandatangani saat kunjungan, mengalami penundaan. Meski terjadi negosiasi yang panjang, Amerika Serikat dan Jepang gagal mencapai kesepakatan terhadap urusan tersebut karena tidak ada dari persyaratan perjanjian tersebut yang disetujui oleh masing-masing pihak. Masalah perselisihan adalah mengenai akses pasar terkait dengan pertanian dan otomotif. Oleh karena itu, meskipun pidato yang penuh semangat telah disampaikan oleh presiden AS dan Perdana Menteri Jepang, kesepakatan tidak diselesaikan saat kunjungan Obama. Masalah ini akan berada pada agenda di rapat yang akan datang. "Tentu saja akan ada perkembangan, namun bukan sesuatu seperti perjanjian dasar," pimpinan negosiasi Jepang Akira Amari menyampaikan setelahnya. Pada gilirannya, Amerika Serikat, juga menjelaskan bahwa perundingan itupun sukses. Pernyataan bersama tersebut mengatakan bahwa kedua pihak mengembangkan diskusi, dan hasil pembahasan ini juga akan memberikan "momentum signifikan" pada seluruh negosiasi TPP. Hasil konkrit belum ditentukan. Barack Obama bermaksud untuk menyingkirkan hambatan administratif dan bea cukai antara 12 negara TPP. Pemerintah Amerika berencana untuk mencapai perjanjian Trans-Pacific Partnership di akhir 2013. TPP bermaksud akan memperluas perdagangan dan investasi diantara 12 anggota, dengan akun sebesar 40%dari produksi dunia dan 30% dari omset perdagangan global.