
Sebagian besar dunia menolak membeli minyak Rusia untuk mengekspresikan ketidaksetujuannya yang kuat terhadap kebijakan luar negeri agresif Moskow. Bahkan kilang minyak di India dan China menghindari kontrak baru dengan Rusia karena ketidakstabilan dalam sistem pembayaran. Banyak pemilik kapan menaikkan tarif tanker atau menolak untuk memuat ekspor minyak mentah Rusia, sementara perusahaan asuransi kapal memperkenalkan tingkat premi tambahan. Akan tetapi, ada satu negara yang terus memperdagangkan minyak Rusia yang ditawarkan dengan rekor diskon. Swiss, yang secara resmi bergabung dengan sanksi yang dikenakan pada Rusia, telah menemukan celah untuk menghindari perbatasan. Dengan menggunakan mekanisme letter of credit, bank Swiss telah menghasilkan beberapa miliar dolar. Skema ini terlihat sebagai berikut: bank Swiss memberikan pinjaman kapada dealer, sehingga untuk sementara menjadi pemilik komoditas. Kemudian, segera setelah pembeli membayar bank, kepemilikan ditransfer kepada mereka. Bahkan, komoditas tersebut langsung dari negara asal ke negara penerima, sementara Swiss mendapat keuntungan dengan bertindak sebagai perantara. Terlebih lagi, hampir tidak mungkin untuk melacak kesepakatan semacam itu. Para pelaku transaksi ini biasanya tetap tidak diketahui karena sebagian besar perusahaan perdagangan komoditas yang tidak terdaftar di Swiss dimiliki secara pribadi. Akibatnya, negara yang jauh dari rute perdagangan global utama dan tanpa akses ke laut telah menjadi salah satu pusat terpenting di dunia untuk perdagangan bahan baku. Menurut laporan pemerintah, volume perdagangan di sektor komoditas melalui Swiss mencapai hampir $1 triliun pada tahun 2018 saja. Saat ini, karena sanksi terhadap Rusia menjadi semakin ketat, aliran modal ke Swiss telah meningkat.
Komentar: